2 Insan Saling Mencintai tapi Terhalang Sejarah
Di dunia yang terpisah oleh cahaya dan kegelapan, dua kaum besar telah hidup berdampingan selama ratusan tahun tanpa pernah benar-benar bersatu.
Kaum Lunareth - kaum yang diberkati cahaya bulan. Tubuh mereka memancarkan kilau lembut seperti sinar bulan yang menenangkan malam. Mereka dikenal sebagai kaum yang hangat, bijaksana, dan penuh kasih. Pewaris tertinggi dari kaum ini adalah Peat, putra bangsawan agung yang dicintai oleh seluruh rakyatnya. Peat dikenal ramah, lembut, dan selalu memperhatikan orang lain.
Berkebalikan dengan mereka, ada kaum Noctyra - kaum yang lahir dari bayangan malam. Mata mereka menyimpan warna merah gelap seperti darah yang terkutuk, aura mereka dingin dan menakutkan. Kaum ini sering disalahpahami sebagai vampir oleh dunia luar. Pewaris tertinggi mereka adalah Fort, putra dari bangsawan tertinggi kaum Noctyra. Dingin, tak peduli, dan sulit ditebak. Sikap itu bukan tanpa alasan-lingkungan keras tempat ia tumbuh membentuknya menjadi seperti itu.
Dua dunia.
Dua pewaris.
Dua takdir yang seharusnya tidak pernah bertemu.
Namun semuanya berubah pada suatu malam.
Di sebuah danau kuno milik kaum Noctyra, tempat yang jarang dikunjungi siapa pun dari dunia luar, Peat datang tanpa sengaja. Cahaya lembut yang keluar dari tubuhnya menerangi permukaan air yang gelap.
Di sanalah ia melihat seseorang.
Seorang pria bermata merah gelap yang berdiri di bawah bayangan pepohonan malam.
Fort.
Pertemuan yang seharusnya tidak terjadi itu justru menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar takdir.
Peat adalah orang pertama yang mendekati.
Orang pertama yang tidak takut pada Fort.
Dan mungkin... orang pertama yang benar-benar melihatnya.
Tapi sejarah antara kedua kaum terlalu panjang.
Kebencian yang diwariskan terlalu dalam.
Apakah cahaya bulan mampu menembus kegelapan malam?
Atau justru mereka akan menjadi dua insan yang saling mencintai... namun selamanya terhalang oleh sejarah?
TBC.