An Endless Love : Jungkook & Jimin

An Endless Love : Jungkook & Jimin

  • WpView
    Membaca 218
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 11, 2025
(SLOW UPDATE) "Seratus tahun, seribu tahun, aku akan tetap mencintaimu. Bahkan jika aku bereinkarnasi, aku akan mencari wajahmu di setiap kehidupan." Inilah janji cinta yang tak pernah padam-cinta yang melampaui waktu, takdir, dan kehidupan. Jungkook hadir dengan rasa tulus yang begitu besar kepada Jimin, cinta yang sanggup menunggu, menjaga, dan tetap setia meski harus menanggung luka. Namun, di balik senyum dan tatapan hangat, tersimpan rahasia masa lalu yang perlahan terungkap. Dejavu yang dirasakan Jimin bukan sekadar kebetulan, melainkan jejak dari kisah lama yang kembali mencari jalannya. Sebuah cinta segitiga yang pernah terjadi di masa lampau kini terulang dalam wujud baru, membawa pertanyaan besar: apakah kali ini cinta akan menemukan jalannya, atau justru kembali terikat pada takdir yang sama? Setiap halaman membuka misteri baru, setiap percakapan menyimpan tanda, dan setiap pertemuan membuat hati bergetar. Cinta yang tak pernah usai ini akan menuntun pembaca pada perjalanan penuh rahasia, pengorbanan, dan pilihan yang menentukan. Apakah Jimin akan menemukan jawaban yang ia cari? Dan apakah Jungkook benar-benar sanggup membuktikan bahwa cintanya abadi, bahkan melintasi seribu tahun kehidupan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#451
kolosal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan