Mereka tumbuh berdampingan, sebagai trainee, sebagai rekan satu grup, sebagai dua laki-laki yang menjalani hidup di bawah sorotan yang sama.
Apa yang awalnya hanya persahabatan perlahan berubah bentuk, melalui panggung yang dibagi, perhatian kecil yang tak pernah diminta, keheningan yang terasa lebih jujur dari kata-kata, dan kedekatan yang tidak pernah benar-benar bisa mereka jelaskan.
Di antara Jeno dan Jaemin, ada perasaan yang hidup dalam diam, hangat, rapuh, dalam, terlalu berbahaya untuk diucapkan, namun terlalu kuat untuk diabaikan.
Ini adalah cerita tentang batas yang mereka sentuh, jarak yang mereka coba pertahankan, dan ikatan yang tetap bertahan di ruang kecil antara dua hati bahkan ketika dunia menuntut mereka untuk menjauh.
Beberapa hal tidak pernah terucap. Beberapa rasa tidak pernah hilang. Dan beberapa hubungan tetap tinggal, sunyi, tersembunyi, namun selamanya berarti.
Janala tidak pernah menyangka jika hidupnya akan berhenti pada satu kata, bertahan. Hidupnya dipenuhi oleh bayang-bayang trauma masa lalu. Sebagai orang tua tunggal, Jiandra Sadjiwa adalah satu-satunya alasan ia tetap hidup.
Hingga sosok Jayendra muncul, mulai menambahkan warna-warni pada hidup Nala. Jayendra hanya pemuda pekerja keras dia tidak punya apapun untuk dibanggakan.
Namun, bisakah rumah itu mereka usahakan bersama?
Kita Usahakan Rumah Itu: Janala Aruna & Jayendra Mahaprana.
NOMIN | BXB | MPREG