Story cover for KOMODO HIJRAH by GemintangBestari
KOMODO HIJRAH
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Nov 23, 2025
1 new part
Semua orang tahu satu hal tentang Gema,
dia tuh komodo.
Bukan beneran reptil, tapi manusia paling dingin, paling hemat kata, dan paling ahli bikin orang bingung dengan ekspresi aku-nggak-ada-minat-hidup.

Dua tahun lalu, komodo itu ngilang dari hidup Adya tanpa permisi.
Tanpa pamit.
Kayak paket COD yang batal dijemput.

Adya sudah move on-atau minimal niruin move on-sampai tiba-tiba Gema muncul lagi di depan minimarket... dengan kalimat yang hampir bikin Adya minta tolong satpam.

"Aku mau hijrah. Dan kamu tujuan hijrahku."

Please.
Sejak kapan komodo puitis?

Sejak itu hidup Adya resmi chaos.
Gema jadi lebih sering muncul, lebih intens, lebih... manusia.
Temen-temennya shock, Adya makin bingung, dan semesta kayak sengaja nonton drama mereka sambil ngemil.

Tapi makin lama, makin jelas satu hal:
Komodo memang lambat-tapi kalau dia mulai jalan, dia nggak bakal berhenti.

Kisah romcom dua manusia yang salah timing, salah komunikasi, tapi sayang beneran.
Lucu, nyesek tipis, gemes maksimal.
Dan ya... komodo pun ternyata bisa hijrah-asal ada Adya.
All Rights Reserved
Sign up to add KOMODO HIJRAH to your library and receive updates
or
#9secondchanceromance
Content Guidelines
You may also like
(Bukan) Rumah Singgah  by air_ezz
27 parts Complete
- s h o r t s t o r y - Ayesha terlalu naif. Dia menertawakan kebodohannya sendiri. Karena termotivasi kisah cinta dalam diam yang banyak diceritakan di novel. Salah satunya dalam novel Finally I Found You yang kisah cintanya memang berhasil. Di mana novel itu menceritakan sepasang jiwa yang sama-sama berjuang menyembunyikan rasa cinta dan pada akhirnya berhasil menyatukan rasa yang sama hingga hidup bersama dan bahagia. Hingga Ayesha membuat peruntungan untuk kehidupannya sendiri, dia berani menaruh harap pada sesuatu yang tak pasti akan jadi nyata. Ayesha kelewat optimis. Berharap hal serupa akan terjadi padanya, di mana dia dan cinta pertamanya akan bersama. Kalau bisa ... semoga menua bersama. Sayangnya Ayesha lupa, kalau kehidupan tidak sesederhana yang dia kira. Sebab pada kenyataannya, cinta pertama tidak selalu berujung bersama dan bahagia. Ayesha dan Khalid buktinya. Meski perasaan mereka senada, tapi asa keduanya tak mampu berbuat apa-apa. Ayesha dipaksa menerima sebuah fakta yang menyebabkan hatinya berdenyut nyeri. Nyatanya, Ayesha dan Raden Khalid Hardian tidak ditakdirkan bersama. Yang terjadi hari ini buktinya ... Hari ini, hari di mana Ayesha genap berusia 24 tahun dan laki-laki itu genap 25 tahun. Seperti janji yang mereka utarakan lewat email sebelum Ayesha lulus SMA. Yang katanya Khalid berjanji akan mempersuntingnya. Semua hanyalah angan semata. Khalid menyerah, dia tidak mau menunggu Ayesha lebih lama. Hingga pada akhirnya bukan nama Ayesha yang Khalid sebut dalam ijab kabul, melainkan nama orang lain. Di saat semua bahagia dengan pernikahan Khalid, Ayesha satu-satunya orang yang merasakan terluka dan berada dalam kubangan nestapa. Dia tidak turut bahagia. Parahnya lagi ... Kenapa kedua orangtuanya memaksa Ayesha untuk menerima pinangan laki-laki yang tidak pernah sedikitpun Ayesha harapkan jadi suaminya? Mau menolak pun tak sanggup. Ayesha sudah putus asa. Mau tak mau dia menerima. Jika begini, akankah Ayesha bahagia?
You may also like
Slide 1 of 10
PARAPET cover
Call It A Day! cover
PATAH cover
(Bukan) Rumah Singgah  cover
Work Life, Love Balance cover
DIFFERENT TRUST (COMPLETED)✓ cover
Saat Cinta Bershalawat cover
RENJANA cover
annoying girl cover
It Was Never One-Sided (TERBIT) cover

PARAPET

38 parts Complete

CERITA SUDAH TAMAT DAN MASIH LENGKAP, SILAKAN DIBACA!!! Bertemunya kami waktu dulu. Dengan siapapun kami nanti. Sebagai apapun kami di masa depan. Kami tidak akan pernah tau. Selebihnya, biar takdir yang mendewasakan kami. Maaf, sejak awal bertemu hingga sekarang "mungkin" sudah berkali-kali membuat kecewa. ~Rubi Tianjani Bukannya tak ada yang merasa. Hanya saja ini belum saatnya. Memang betul jika setiap orang dalam menunjukkan rasa sayangnya itu berbeda. Sayang tak selamanya harus dan wajib dideklarasikan. Sayang tak harus berkomunikasi setiap hari. Semua itu cukup bisa dirasa. Dan, hanya yang bersangkutanlah yang merasakannya. Dan, kenangan yang pernah dibingkai itu sudah pasti ada. ~ Raga Satria Wardana