Semua orang tahu satu hal tentang Gema,
dia tuh komodo.
Bukan beneran reptil, tapi manusia paling dingin, paling hemat kata, dan paling ahli bikin orang bingung dengan ekspresi aku-nggak-ada-minat-hidup.
Dua tahun lalu, komodo itu ngilang dari hidup Adya tanpa permisi.
Tanpa pamit.
Kayak paket COD yang batal dijemput.
Adya sudah move on-atau minimal niruin move on-sampai tiba-tiba Gema muncul lagi di depan minimarket... dengan kalimat yang hampir bikin Adya minta tolong satpam.
"Aku mau hijrah. Dan kamu tujuan hijrahku."
Please.
Sejak kapan komodo puitis?
Sejak itu hidup Adya resmi chaos.
Gema jadi lebih sering muncul, lebih intens, lebih... manusia.
Temen-temennya shock, Adya makin bingung, dan semesta kayak sengaja nonton drama mereka sambil ngemil.
Tapi makin lama, makin jelas satu hal:
Komodo memang lambat-tapi kalau dia mulai jalan, dia nggak bakal berhenti.
Kisah romcom dua manusia yang salah timing, salah komunikasi, tapi sayang beneran.
Lucu, nyesek tipis, gemes maksimal.
Dan ya... komodo pun ternyata bisa hijrah-asal ada Adya.
CERITA SUDAH TAMAT DAN MASIH LENGKAP, SILAKAN DIBACA!!!
Bertemunya kami waktu dulu. Dengan siapapun kami nanti. Sebagai apapun kami di masa depan. Kami tidak akan pernah tau. Selebihnya, biar takdir yang mendewasakan kami. Maaf, sejak awal bertemu hingga sekarang "mungkin" sudah berkali-kali membuat kecewa.
~Rubi Tianjani
Bukannya tak ada yang merasa. Hanya saja ini belum saatnya. Memang betul jika setiap orang dalam menunjukkan rasa sayangnya itu berbeda. Sayang tak selamanya harus dan wajib dideklarasikan. Sayang tak harus berkomunikasi setiap hari. Semua itu cukup bisa dirasa. Dan, hanya yang bersangkutanlah yang merasakannya. Dan, kenangan yang pernah dibingkai itu sudah pasti ada.
~ Raga Satria Wardana