Just Friends!

Just Friends!

  • WpView
    Reads 1,530
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Tatapan, lupa nama, kenalan lagi, ditutup pakai ciuman. Katanya sih temen, tapi kok...? --- Davian Pangestu, ngakunya lurus, tapi kalo ketemu Danu, isi otaknya jadi plus-plus. Adeh, bener-bener nggak konsisten. Dikenal sebagai ketua futsal, Davian friendly banget sama orang sekitar, makanya orang-orang pada demen nih sama dia. Lain lagi dengan Danu. Danuarta Renjaya, lelaki itu temen deket Davian dari orok, yang 'katanya' sama lurusnya kayak Davian. Sempet ilang kontak, terus ketemu pas SMA. Danu otomatis lupa dong, tapi Davian malah ngejar. Lari deh. --- "LO NGAPAIN NYIUM GUE?!!" "K-KHILAF! SORRY NU, BABAY!" "DAVIAN KAMPRET!!" --- Warn: boypussy, bxb, chilhood friends. © kinl0ve_
All Rights Reserved
#200
shortfic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Change The Plot (Niel)
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines