Kayla dan Arya adalah sahabat kecil yang selalu bermain bersama di bawah pohon mangga di halaman sekolah Surabaya. Sebelum Arya pindah ke Kalimantan karena pekerjaan ayahnya, mereka berjanji: "Kita bertemu lagi di sini nanti - tidak peduli apa yang terjadi!" Arya bahkan meminta Kayla untuk tetap seperti gadis manis dengan "rambut secerah matahari" yang dia sukai.
Tujuh tahun berlalu dengan cepat, penuh dengan cobaan. Ketika Kayla berusia dua belas tahun, rumahnya dirampok - ayahnya terluka parah dan ibunya ketakutan hingga kehilangan jiwa. Dari kejadian itu, Kayla bertekad menjadi kuat: rambutnya dipangkas pendek, dia mengenakan celana kargo dan jaket denim, serta mendaftar di klub karate. Sensei Siti, pengajarnya, memberitahunya: "Kekuatan sejati bukan hanya fisik - itu disiplin dan kasih sayang." Kayla juga menemukan keluarga baru dalam empat sahabat: Bima (gitaris), Raka (kutu buku), Dika (skateboarder), dan Fajar (fotografer), yang selalu mendukungnya.
Meskipun kuat di luar, Kayla selalu bertanya-tanya: "Apakah Arya akan mengenaliku lagi?" Saat janji bertemu tiba, Arya kembali ke Surabaya untuk mencari dia - tanpa menyadari bahwa Kayla yang dia cari ada di dekatnya. Sementara itu, di Taman Bungkul, Kayla melihat seorang ibu-ibu dipalak oleh anggota geng "Harimau Hitam". Tanpa ragu, dia melawan pria itu dengan tendangan kilat yang dia pelajari, menyelamatkan ibu-ibu tersebut. Teman-temannya memuji dia: "Kamu kayak superhero!" tapi Kayla masih berpikir tentang Arya.
Akankah Arya akhirnya menyadari bahwa gadis tomboi yang kuat itu adalah Kayla yang dia cari? Dan apakah janji mereka di bawah pohon mangga akan terpenuhi, bahkan dengan semua perubahan yang telah terjadi pada keduanya?
Todos los derechos reservados