Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Menjadi Baik Dengan Cara Yang Salah

Menjadi Baik Dengan Cara Yang Salah

  • WpView
    Membaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 24, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku selalu percaya bahwa yang rusak tetap bisa diperbaiki. Bahwa seseorang sepertiku-yang hidup dengan emosi meledak-ledak, ketakutan ditinggalkan, dan hari-hari yang ditutupi kabut gelap-masih bisa menjadi "baik". Baik menurut siapa? Menurut dunia yang sering tidak mengerti isi kepalaku. Namaku Rahma, 20 tahun. Aku memiliki BPD dan F32. Orang bilang aku terlalu sensitif. Terlalu emosional. Terlalu "berlebihan". Tapi tidak ada yang tahu rasanya menjadi aku: mencintai terlalu dalam, takut terlalu kuat, dan hancur terlalu cepat. Hidupku mulai berubah ketika aku bertemu Dito, pria yang justru datang di tengah kekacauanku-bukan untuk memperbaiki, tapi untuk melihatku apa adanya. Sayangnya, aku ingin menjadi "baik" dengan caraku sendiri: menahan rasa sakit sendirian, membohongi diri sendiri, pura-pura kuat, menuruti semua orang demi diterima, bahkan menyakiti diriku agar orang lain tidak pergi. Semua itu... ternyata cara yang salah. Saat rahasia, ketergantungan, dan ledakan emosiku mulai mengancam hubungan kami, aku harus memilih: terus berpura-pura menjadi orang baik, atau belajar menerima sisi gelapku dan mulai benar-benar sembuh. Ini bukan kisah tentang menjadi sempurna. Ini cerita tentang seseorang yang belajar mencintai diri sendiri di tengah rasa takut paling besar-ditinggalkan oleh orang yang akhirnya mengerti dirinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan