The Last Summer in Gyeongseong

The Last Summer in Gyeongseong

  • WpView
    LECTURAS 3,088
  • WpVote
    Votos 379
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 20, 2026
WpInfo
Ficción
Histórica
Guerra y Militares
Ucronía
Misterio
[17+] HISTORICAL THRILLER Gyeongseong, 1942. Di balik dinding marmer gedung Sōtoku-fu dan kemewahan eksklusif mansion Namsan, Shirakawa Ren hidup sebagai sang arsitek kebenaran. Seorang elit birokrat yang menentukan setiap informasi yang boleh diingat atau harus dilupakan di tanah kolonial.
Todos los derechos reservados
#3
theboyz
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BLOODY MARY
  • Our Lovely Days
  • Denting Gerimis [With. Xdinary Heroes]
  • Hey, Kids!
  • Kosan Tahu Bulat  [ ✓ ]
  • The Tulip Behind The Screen
  • THE STORY OF MY FAMILY - JAEMSELLE, JENWIN
  • Marriage Survival
  • Wedding Mission ?!
  • Pertunjukan Kematian Sirkus Tengah Malam (Book 2 - Story Series of Six Elves)

Sekolah Menengah Atas Swasta Plumeria Raya merupakan salah satu sekolah berasrama terbaik yang terletak pada Provinsi Jawa Barat. Selama hampir seratus tahun berdiri, sekolah itu semakin menjadi besar, memiliki lingkungan yang begitu asri dengan nuansa aroma dari kembang kamboja yang menjadi ikon utamanya. Tempat yang dahulu diidamkan oleh banyak orang, mendadak tidak diminati setelah banyaknya siswa yang mengundurkan diri. Tepatnya setelah terjadinya kasus kematian misterius yang menimpa dua orang siswa dalam waktu berdekatan. Pihak sekolah mengambil tindakan tegas, mencegah runtuhnya tempat yang sudah mereka rawat selama turun-temurun. Barangsiapa yang meninggalkan Plumeria, maka tidak akan diterima dengan mudah di sekolah lainnya. Mereka yang tinggal memutuskan untuk terus mencari tahu, bersikeras mengumpulkan petunjuk yang berserakan seperti bagian puzzle. Amarah, iri dan dengki, serta seluruh emosi yang bercampur menjadi satu, mempertemukan mereka yang seakan telah terhubung dalam segaris benang merah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido