Damian Theronez adalah seorang pengusaha sukses yang menjadi ikon tersendiri bagi Kota New York. Banyak orang mengenal dirinya, karena kesuksesan dan juga kekuasaan yang dimilikinya. Bahkan, setiap hal yang dia lakukan bisa menjadi topik hangat bagi masyarakat, terutama media.
Banyak pengusaha-pengusaha sukses yang ingin menjalin hubungan kerja sama dengannya, tapi hanya beberapa dari mereka saja yang benar-benar dia terima dengan baik. Karena dia tahu bahwa rata-rata dari mereka hanya akan merugikan perusahaannya saja.
Kekayaan dan kekuasaan adalah bagian dari hidupnya. Dua hal itu adalah cerminan dirinya. Tapi, banyak yang tidak tahu bahwa dibalik kata kekuasaan, ada hal lain yang ingin dia kuasai. Seorang wanita.
Ya, wanita. Dia ingin mendominasi, menguasai, dan memanfaatkan seseorang secara emosional bukan hanya sekedar material.
Dan, saat itulah, semesta mempertemukan dirinya dengan Seraphina Danielle. Seorang gadis muda yang bekerja di sebuah klub malam terkenal di New York.
Tidak. Bukan sebagai wanita penghibur atau semacamnya. Sera tidak semurah itu. Walau dia membutuhkan uang, tapi untuk menjadi seorang wanita penghibur yang selalu dibayar dan disewa oleh banyak orang setiap malamnya adalah satu hal yang tidak akan pernah dia lakukan.
Sera memiliki prinsip dan ego yang sangat tinggi. Dia tidak akan pernah merendahkan diri pada orang-orang yang hanya ingin bersenang-senang dengan tubuh seorang wanita. Itu sungguh murahan.
Pertemuan mereka sungguh diluar dugaan. Sera dan Damian bertemu saat malam tahun baru di depan sebuah toko kecil. Mereka hanya sebatas saling pandang, lalu pergi. Sungguh, takdir selalu punya cara unik dalam mempertemukan setiap orang. Entah itu, sebagai teman, sahabat, musuh, pasangan, atau hanya sekedar orang asing yang tidak akan pernah bertemu lagi.
Lalu, apakah pertemuan singkat itu akan menjadi titik awal dari perubahan dalam hidup mereka berdua? Atau, apakah takdir memiliki kejutan lain untuk mereka nantinya?
Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru.
Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam.
Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin.
Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih?
Highest Ranking
#1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026
#1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026
#7 out of 1.5K Romansa 17/01/2026
#3 out of 365K Cinta 18/01/2026