Into the Story? No, Into Myself.

Into the Story? No, Into Myself.

  • WpView
    Reads 15,367
  • WpVote
    Votes 2,108
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Action and Thriller
Survival
Aku masuk ke novel Hunter; novel yang ditulis oleh teman SMA yang dulu pernah kupercayai! Aku dikenal sebagai pria dengan cap baik (meskipun sebenarnya sedikit jahat), lembut (tapi kadang kasar), dan peduli (lebih tepatnya cuek) terhadap sesama. Suatu hari, aku menolong seorang anak SMA yang dikeroyok sekelompok anak nakal. Dengan niat baik, aku membuat para pengganggu itu kapok dengan babak belur. Anak itu, berhutang budi, berkata bahwa suatu hari nanti ia akan menebus kebaikanku. Aku hanya tersenyum manis sambil mendorongnya pelan (lebih tepatnya menendangnya cukup keras) hingga tersungkur ke lantai, lalu pergi begitu saja. Bertahun-tahun kemudian kami bertemu lagi, dan tanpa malu ia memberiku novel buatannya secara gratis dan bahkan memaksa agar aku membacanya. Kupikir, masa sih tebusan dari "kebaikanku" dulu hanya sebuah novel bertema Hunter yang terdengar membosankan? Kalau begini caranya, seharusnya aku tidak menolongnya. Karena bosan, aku membaca novel itu di internet dulu, bukan dari buku aslinya, untuk melihat bagaimana orang lain menilai novel murahan ini. Yang mengejutkan, novel itu ternyata terkenal, bahkan sampai menarik perhatian seorang komikus. Tetapi bagiku? Tetap saja membosankan. Tipikal kisah protagonis yang berkali-kali dibunuh oleh antagonis, namun perlahan bangkit menjadi sosok tak terkalahkan. Klise. Aku mendecih. Kenapa pria aneh itu memberiku novel seperti ini? Dan kenapa begitu banyak orang menyukainya?! Dan setelah aku mengeluh seperti itu... keesokan harinya karma menamparku keras. AKU MASUK KE DALAM NOVELNYA?!! Wah, berita mengejutkan... tentu saja akan menyenangkan. Akan menyenangkan... jika saja aku bukan antagonis yang akan dikalahkan di akhir cerita!! Bagaimana caranya aku menghadapi novel murahan ini? • • • Sudut pandang orang pertama pelaku. MC SEME & HAREM WITH POWER BOTTOM.
All Rights Reserved
#1
hunter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arzael
  • *Bl^ Dua Dunia Satu Takdir #Si Shadowmonarch
  • [BL] Become Antagonist
  • Transmigrasi Kael
  • [BL] IN ANOTHER WORLD??
  • Golden Boy
  • Transmigrasi Kedalam Komik!?
  • The Emperor's Lost Twin
  • We Wanted Slow Life But Reincarnated As The Emperor's Children Instead
  • Moonlit Heart of the Forgotten One [END]
  • Transmigrasi duke
  • Two Lions and One Geranium Flower
  • Psycho Love
  • Ketika Kecantikan Menjadi Senjata [BL]
  • MASUK DI DUNIA NOVEL??❗( BL)❗
  • transmigrasi Femboy Menjadi Sang Antagonis Utama (Ongoing)
  • [BL] Back To Medieval Times
  • Beast Era: The Lost Scientist. [BL]
  • evandra prince Dominic
  • Wrong Target.
Arzael

Arzael ialah seorang dewa yang dikenal dengan kemalasannya di dunia dewa. Suatu hari, karena kebablasan tidur hingga ribuan tahun lamanya, Arzael terbangun dan mendapati dirinya terperangkap di tempat yang tidak ia ketahui dimana. Ditempat tersebut terdapat sebuah kesadaran yang mengaku dirinya sebagai sistem yang dibuat oleh seorang dewa tanpa gelar. Jika Arzael ingin terbebas dari sana, ia harus mengalahkan dewa itu terlebih dahulu. Walaupun Arzael pemalas, dia tidak suka dikendalikan, maka setelah beberapa saat hingga dewa tanpa gelar itu kembali setelah mengumpulkan perbekalan untuk melengkapi sistem, Arzael segera menahannya dan mengambil alih kendali sistem tersebut. Setelah menikmati hari-hari membosankannya diruang sistem, Arzael tanpa sengaja melihat sebuah novel yang menarik minatnya. Setelah memikirkan untuk waktu yang lama. Ia memutuskan untuk menjelajahi dunia novel itu. Tentunya Arzael terlalu malas untuk menjelajahi sendiri. Maka, ia pun mengikat sistem ke seorang penduduk asli dunia novel itu sehingga orang itu bisa membawanya jalan-jalan tanpa dia sendiri harus menghabiskan banyak energi. Tetapi, Arzael tidak menyangka kalau ia akan begitu menyukai penduduk asli tersebut sehingga merawatnya dengan sungguh-sungguh seakan-akan sedang merawat putranya sendiri. . . No plagiat! Bacalah tagar terlebih dahulu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines