Kadang, luka tidak selalu terlihat.
Ada sesak yang tinggal diam di dada menunggu seseorang untuk mengerti, tapi tak pernah benar-benar ditemukan.
Dia bernama Aira.
Gadis yang selalu terlihat baik-baik saja di mata dunia, tetapi diam-diam sedang berjuang agar dirinya tidak runtuh lagi.
Ia terbiasa menelan kecewa, menyembunyikan air mata, dan tersenyum pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar isi hatinya.
Hidup mengajarkannya bahwa kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa ia genggam dengan mudah.
Setiap kali ia meraihnya - ia justru kehilangan.
Setiap kali ia berharap - ia justru terluka.
Namun, ketika seseorang hadir dan menawarinya sesuatu yang selama ini ia kejar - kehangatan, perhatian, dan tempat pulang - ia justru takut.
Karena bagi Aira, bahagia adalah hal asing...
dan mencintai kebahagiaan berarti memberi kesempatan untuk kecewa lagi.
Ini adalah kisah tentang seseorang yang hampir menemukan bahagia,
tapi hatinya belum cukup berani untuk menggenggamnya.
Mungkin...
yang paling menyakitkan bukan kehilangan,
tetapi melihat kebahagiaan di depan mata, namun tak mampu menyentuhnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang