Cahaya Kalbu Madinah (Revisi)

Cahaya Kalbu Madinah (Revisi)

  • WpView
    GELESEN 470
  • WpVote
    Stimmen 17
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., März 25, 2026
Rayyan harus menghadapi santri baru bernama Hana Humaira Jannah, gadis yang kembali hijrah ke jalan Allah. Setelah kedatangan ke pesantren, ada hal-hal baru yang tidak diketahuinya. Hana ternyata seorang istri dari Gus Pesantren sendiri. Awalnya, ia tak setuju dengan perjodohan diam-diam ini, lama-kelamaan ia menerima perjodohan itu. "Kenapa Gus Sabar menunggu aku?" tanya Hana. "Karena sabar itu jika ada hasil yang kamu dapat," jawabnya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Almost Married (On Going)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Define the Relationship
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • R É G A L I S [REVISI]
  • EKSKALASI

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien