Renda Dendam

Renda Dendam

  • WpView
    LECTURAS 22,451
  • WpVote
    Votos 952
  • WpPart
    Partes 97
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 8, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Romance Oscuro
Comedia Romántica
Amor Destinado
⚠ Mengandung tulisan yang kurang nyaman dibaca. ⚠ Semua cerita yang ada di sini hanya fiksi semata. ••• Kematian sang ayah, menjadi awal dendam Dirka pada pengusaha sukses ternama. Untuk membalas dendam, Dirka sengaja menikahi---Joshena---putri pengusaha incaran dendamnya yang terkenal sebagai wanita berenda gila semalam. Awalnya Dirka pikir rencana balas dendamnya akan berjalan lancar, tetapi rayuan demi rayuan cinta Joshena mulai menumbangkan dendam di hati Dirka. Apalagi ketika Dirka mengetahui sebuah rahasia, di balik renda yang dipakai istrinya ketika malam tiba. "Jangan lepas tali rendanya, ketika kita belum mencapai puncaknya." •••
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mulih (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Nala dan Mas Juragan
  • EINSTEIN [END]

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido