BERNAUNG

BERNAUNG

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
{1} Di bawah rimbun cahaya yang menelusup dari sela dedaunan, mereka berdiri seolah waktu sengaja melambat demi memberi ruang bagi dua hati yang saling mengenal tanpa perlu kata. Ada keheningan yang justru mengisi, ada kedekatan yang tak pernah mereka rencanakan. Seperti dua orang yang menemukan rumahnya pada satu sama lain, tanpa pernah benar-benar memahami bagaimana semuanya bermula. Namun setiap kisah yang indah selalu menyisakan rahasia yang tak terucap. Dalam pelukan yang hangat namun rapuh itu, tersimpan pertanyaan yang tak pernah mereka jawab: apakah perasaan dapat tetap bernaung ketika langkah mereka kelak tak lagi searah? Di antara mawar-mawar dan kenangan yang bermekaran, cinta mereka tetap hidup-sunyi, lembut, dan nyaris mustahil ditebak hingga akhir. Dan sebelum keheningan kembali menutup mereka, ia berbisik pelan, seakan takut kata-katanya pecah di udara, "Jika suatu hari kita tersesat, kamu akan tetap mencariku, bukan?" Ia menatapnya lama, penuh sesuatu yang tak bisa disembunyikan. Lalu dengan senyum yang nyaris seperti doa, ia menjawab, "Aku tidak mencari. Aku hanya mengikuti hatiku dan itu selalu menuju kamu."
All Rights Reserved
#51
sekolahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines