BERNAUNG

BERNAUNG

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
{1} Di bawah rimbun cahaya yang menelusup dari sela dedaunan, mereka berdiri seolah waktu sengaja melambat demi memberi ruang bagi dua hati yang saling mengenal tanpa perlu kata. Ada keheningan yang justru mengisi, ada kedekatan yang tak pernah mereka rencanakan. Seperti dua orang yang menemukan rumahnya pada satu sama lain, tanpa pernah benar-benar memahami bagaimana semuanya bermula. Namun setiap kisah yang indah selalu menyisakan rahasia yang tak terucap. Dalam pelukan yang hangat namun rapuh itu, tersimpan pertanyaan yang tak pernah mereka jawab: apakah perasaan dapat tetap bernaung ketika langkah mereka kelak tak lagi searah? Di antara mawar-mawar dan kenangan yang bermekaran, cinta mereka tetap hidup-sunyi, lembut, dan nyaris mustahil ditebak hingga akhir. Dan sebelum keheningan kembali menutup mereka, ia berbisik pelan, seakan takut kata-katanya pecah di udara, "Jika suatu hari kita tersesat, kamu akan tetap mencariku, bukan?" Ia menatapnya lama, penuh sesuatu yang tak bisa disembunyikan. Lalu dengan senyum yang nyaris seperti doa, ia menjawab, "Aku tidak mencari. Aku hanya mengikuti hatiku dan itu selalu menuju kamu."
All Rights Reserved
#59
sekolahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines