LADY IN RED : Blood On Carnation

LADY IN RED : Blood On Carnation

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2026
Viella Lorienclad, seorang putri keturunan sah dari Raja dan Ratu kerajaan Arhcanis itu harus disembunyikan oleh ayah kandungnya sendiri ketika usianya menginjak 10 tahun. Jauh dari kehidupan bangsawan kerajaan, Viella harus hidup didalam kastil tua dan terpencil. Dia hanya bisa menerima nasib kehidupannya yang penuh akan sepi. Tidak memberontak dan balas dendam, semuanya ia terima dengan lapang dada, sampai Putra Mahkota yang datang padanya untuk memintanya kembali dalam belenggu kehidupan bangsawan istana yang penuh akan intrik politik dan perebutan tahta, membuatnya kembali pada ingatan masalalu yang ia lepas. Rasa dendam itu kembali terselubung dalam hatinya. Membuatnya semakin kuat dalam tujuannya untuk merebut kembali hak kekuasaanya. Namun, semuanya tidaklah mudah, bahkan Viella tidak mampu berbuat apapun meski kehadiran Putra Mahkota yang berpihak padanya. Jalan satu-satunya adalah menerima lamaran dari kerajaan musuh, Brimtstone. Pangeran kedua Asael Louvent Riven Wild yang memegang kekuasaan militer dengan 300.000 kavaleri yang ada dibawah komandonya. ••• "Aku menikah denganmu hanya berdasarkan diplomasi politik. Kau jangan mengharapkan apapun dariku-" pupil mata Viella bahkan tidak bergetar sedikitpun. Pangeran Asael justru menatapnya dengan hangat dan penuh kelembutan. Tangannya menyingkap helai rambut Viella dari wajahnya, "Aku rasa itu bukan tujuanmu untuk menikah denganku." "Kau tidak punya hak untuk mengulik apapun tentangku." Pangeran Asael menyunggingkan bibirnya, "Tentu saja, aku suamimu... Jika, Pangeran Andreas tidak bisa membunuhnya maka aku yang bersedia menggantikan itu. Berapa orang yang ingin kau habisi? Aku bisa melakukan itu dengan mudah." "Aku tidak bisa terikat perjanjian apapun denganmu." "Tidak masalah, setelah semuanya selesai kau boleh kembali pada Pangeran Andreas. Akan tetapi, tinggalkan satu keturunan untukku." ••• This story was created by human All pict from Pinterest DON'T COPY MY STORY
All Rights Reserved
#20
pasangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Abo Desire
  • The Unwritten Lady
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String
  • adik ipar cantik

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines