Christy tumbuh di panggung yang selalu ramai. Dikelilingi orang-orang yang ia anggap rumah. Namun seiring waktu, satu per satu dari mereka memilih pergi. Bukan karena tak sayang, tapi karena hidup memang harus berjalan. Saat Christy menjadi yang tersisa, ia belajar bahwa tersenyum di bawah lampu bukan berarti tidak merasa kehilangan. Ini bukan cerita tentang ditinggalkan, melainkan tentang bertahan, menerima, dan tetap melangkah meski panggung tak lagi sama.
More details