"Lelaki yang tak kenal arti kebahagiaan, lelaki yang selalu tersenyum dibalik luka, rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal tapi... rumah itu bagaikan neraka, taufan nalendra aditiya, anak yang ceria yang membuat semua orang ikut tertawa dan tersenyum tapi kebahagiaan bagi taufan 'hanyalah palsu', rasa sakit di derita, rasa sakit yang di simpan rapat-rapat, tapi 'balraj halilintar bratindra', anak ketos yang dingin, tegas dan galak, walaupun mereka gak saling kenal, walaupun mereka sekedar kakak kelas dan adik kelas tetapi halilintar tahu tentang balik senyuman yang taufan simpan rapat-rapat"
"lo gk akan ngerti soal gw, dunia begitu kejam buat gw, semua ini apa gara-gara gw lemah? iya, gw lemah banget, gw jahat, gw gk ngerti apa maksud kebahagiaan, percuma gw tersenyum, tertawa buat orang lain tapi hidup gw kayak sampah, hidup gw gelap, hidup gw sia-sia di sini, gw capek..." -taufan nalendra aditiya
"lo gk jahat, lo kuat, lebih kuat dari perkiraan gw, lo bisa menahan rasa sakit lo dari gw, jangan bilang dunia kejam buat lo, walaupun gw cuman orang baru di hidup lo tapi gw gk mau kehilangan cahaya gw, lo pahlawan cahaya gw" -balraj halilintar bratindra
Todos los derechos reservados