MASA LALU  [PREQUEL HALILINTAR]

MASA LALU [PREQUEL HALILINTAR]

  • WpView
    Reads 3,438
  • WpVote
    Votes 526
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 9, 2026
WpInfo
Fanfic
Taufan menyilangkan kedua tangannya di atas pagar balkonnya, pandangannya mengarah ke langit di mana bintang-bintang muncul menemani malam yang sunyi dan gelap bersama sang rembulan. Vape rasa lemon yang dulunya milik si petir merah di hisapnya dan mengeluarkan asap melalui mulutnya. Ia mengamati sekilas balkon di seberang kemudian kembali mengamati langit. "Bintangnya banyak banget, ya, Bang? Pasti lo ada di salah satu dari mereka," "Lo tahu? Mama sama Ayah lo sekarang mutusin buat tinggal di sini setelah lo pergi. Nggak adil banget, ya? Giliran lo pergi, mereka baru balik ke rumah," "Gua jadi deja vu sama kita yang dulu," Tatapannya menyendu menatap langit seolah Hali ada di sana sedang mendengarkan curahan hatinya seperti biasa. Kemudian ia menghela nafasnya. "Jadi pengen balik," ------ -@Hak cipta dilindungi undang-undang -Dilarang keras mengcopy paste karena ini murni dari pemikiran saya sendiri. -Semua hak milik Monsta, saya hanya meminjam karakternya saja. -Typo bertebaran dimana-mana
All Rights Reserved
#626
fiksiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • A House Between Us
  • Your Daddy My Husband
  • Rewriting The Villain (END)
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • Possessive Male Lead
  • Obsession Overdose
  • Given || Ju Jihoon
  • PAMENGKU | NOMIN
  • I'm Not Just a Figuran

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines