Jodohku,Farhan Aim

Jodohku,Farhan Aim

  • WpView
    Reads 948
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 26, 2025
Amora pikir hidupnya di Pondok Pesantren Modern Shohwatul Is'ad akan lurus-lurus saja: belajar agama, mengaji, dan lulus dengan predikat santriwati teladan. Tapi semua berubah sejak kemunculan Farhan Aim, santri pindahan dari kota yang sikapnya dingin, misterius, namun diam-diam memikat hati. Farhan Aim datang membawa rahasia masa lalu yang membuat Amora penasaran. Di antara rutinitas mengaji kitab kuning dan hafalan Al-Qur'an, bunga-bunga asmara mulai tumbuh. Namun, cinta di pesantren tidak semudah itu. Ada aturan ketat, pandangan dari para ustadz/ustadzah, dan tantangan untuk menjaga hati agar tetap pada koridor syar'i. Bisakah Amora dan Farhan Aim mempertahankan perasaan mereka di tengah tuntutan kehidupan pesantren yang sakral? Ataukah kisah mereka hanya akan menjadi cerita bisu di balik dinding-dinding kokoh Shohwatul Is'ad?
All Rights Reserved
#11
jamkos
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines