Log-In To My Heart

Log-In To My Heart

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
Bita, gadis yang tidak populer di sekolah bahkan sempat dirundung sebagai 'Nerd' itu ternyata seorang top player dari party terkenal bernama Starfall Unit. Identitas aslinya sangat dijaga oleh Bita agar para player lain tidak mengetahui sosok asli Bita yang sebenarnya. Namun, party Starfall Unit yang sudah berdiri selama tiga tahun di dalam game Eclipse Saga Online menginginkan pertemuan nyata-master guild akhirnya menentukan tanggal di mana mereka akan bertemu face-to-face setelah tiga tahun akrab di dalam game. Awalnya Bita tidak ingin ikut, tapi bagaimana pun ini kesempatan yang bagus untuk bisa mulai bersosialisasi. Lagipula, tidak mungkin mereka itu mengenal bagaimana Bita di sekolah, kan? Bita pikir mereka hanyalah om-om yang bisa membedakan mana dunia game dan mana dunia nyata. Sayangnya, Caelum-pacar online Bita di dalam game, ternyata adalah ketua OSIS yang berada satu sekolah dengan Bita! Bita takut akan ada rumor menyedihkan di sekolah yang membuat kehidupan sekolahnya menjadi neraka. Apalagi Bita tahu betul, kalau Caelum itu adalah Ketua OSIS yang terkenal. Para perundung adalah fans nomor satu Caelum di sekolah. Jadi ...., Mana mungkin Bita bisa berpacaran dengan seseorang seperti itu?! Apalagi ketua OSIS?! Duh, Bita syok berat.
All Rights Reserved
#3
cewecupu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines