Kim Jisoo telah membangun benteng yang hampir sempurna di sekitar kehidupannya: karier akademik yang kokoh sebagai profesor termuda, kemandirian yang kuat, dan nihil toleransi terhadap ketidakefisienan emosional. Baginya, dunia beroperasi secara ketat berdasarkan logika dan data, sama sekali bukan romansa.
Namun, sistemnya mendapat kejutan ganda: tekanan perjodohan yang tak henti-henti dari ibunya, dan kedatangan Zhang Yixing yang tiba-tiba dan mengganggu di sebuah konferensi. Pria itu, CEO Zhang Dong Petrochemical yang tajam dan tangguh, tidak hanya mendengarkan Jisoo; ia menantangnya dengan argumen yang bernuansa dan sengit, membuktikan bahwa ia adalah satu-satunya tandingan intelektual yang pernah Jisoo temui.
Catatan penulis:
Ini bukan fanfiction yaa; jadi ini cerita orisinil. Cuma ya kalau nama-nama dan estetika karakternya terasa familiar mohon dimaklumi, karena aku terinspirasi secara mendalam oleh beberapa figur yang sangat menarik ini ehe. Anggap aja ini konten orisinal dengan wajah yang akrab. Aku suka banget sama mereka, jadi mohon maafkan kurangnya kreativitas di situ, hehe!
Disclaimer: Semua karakter, situasi, lokasi, dan referensi historis atau korporat yang disebutkan dalam cerita ini sepenuhnya fiktif dan dibuat semata-mata untuk tujuan narasi. Kemiripan apa pun dengan orang sungguhan, perusahaan, atau peristiwa, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, adalah murni kebetulan dan tidak disengaja.
Dia bukan tipe orang yang mudah didekati terlalu diam, terlalu tertutup, terlalu sulit ditebak.
Tapi entah kenapa, hanya satu orang yang berhasil membuatnya kehilangan kendali atas perasaannya sendiri.
Dan saat masa lalu mulai ikut campur, tidak semua benang bisa tetap utuh.