𝑻𝒉𝒆 𝑪𝒉𝒓𝒐𝒏𝒊𝒄𝒍𝒆𝒔 𝒐𝒇 𝑨𝒆𝒕𝒉𝒆𝒓𝒊𝒐𝒏
Semuanya berawal dari sebuah lelang barang antik, ketika Gidara tiba-tiba merasa sangat tertarik pada sebuah novel tua berjudul 'The Chronicles of Aetherion' dan tanpa tahu alasannya, ia rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk mendapatkan buku tersebut.
Namun, setelah membacanya dan menceritakan alur cerita nya pada ketiga sahabat sekaligus rekan kerjanya-Kalea, Gabriella, dan Olivia-mereka justru terbangun di dalam dunia novel tersebut.
Sebuah dunia kerajaan yang penuh dengan kekuasaan, peperangan, pengkhianatan, dan pernikahan politik.
Di sana berdiri Kerajaan Aetherion, kerajaan besar yang dipimpin Raja Charles William Aetherion dan Ratu Amora Grena Aetherion bersama kelima anak mereka, kehidupan mereka yang awalnya damai berubah menjadi tragedi ketika Kerajaan Valtheris menyerang demi menguasai wilayah dan sumber daya Aetherion.
Setelah Aetherion jatuh, Raja Valtheris memberikan sebuah syarat untuk menjaga kekuasaannya atas kerajaan tersebut: empat putri Aetherion harus dinikahkan dengan empat pangeran Valtheris.
Dalam novel aslinya, pernikahan itu berakhir tragis, keempat putri Aetherion dituduh melakukan pemberontakan dan membunuh salah satu ratu dan tanpa kesempatan membela diri, mereka dijatuhi hukuman mati.
Yang lebih menyakitkan, para suami mereka tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan mereka.
Setelah keempat putri itu meninggal, para pangeran kembali menikah dan hidup bahagia selamanya.
Namun, kali ini ceritanya berbeda.
Gidara, Kalea, Gabriella, dan Olivia telah mengetahui bagaimana kisah tersebut berakhir.
Mereka tahu siapa yang akan mati.
Mereka tahu Aetherion akan jatuh.
Dan mereka tahu bahwa keempat putri tersebut seharusnya mendapatkan akhir yang bahagia.
Jika ingin bertahan hidup, mereka harus mengubah cerita yang sudah tertulis, tetapi bisakah mereka mengubah takdir tanpa menciptakan tragedi yang lebih besar?
Karena kali ini, mereka bukan lagi pembaca.
Mereka adalah bagian dari cerita.