Setiap hati punya perjalanan. Dan beberapa hal... ditakdirkan hanya untuk dikenang, bukan dimiliki.
Sejak remaja, Davina tumbuh dengan perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Perasaan yang ia simpan hanya untuk satu nama, satu sosok yang hadir sebentar namun tinggal begitu lama di dalam hidupnya. Waktu berlalu, orang datang dan pergi, hubungan terbentuk dan hancur, luka tumbuh lalu disembuhkan... namun perasaan itu tidak pernah benar-benar padam.
Davina menjalani hidupnya dengan penuh liku: cinta yang salah, pertemuan yang terlambat, mimpi yang dikejar walau hati sering patah. Ia tumbuh, ia belajar, ia menjadi dirinya yang baru. Dan di setiap langkah, ada nama yang hanya berani ia sebut di dalam doa.
Hingga takdir membawanya pada akhir yang tenang.. bukan bahagia, bukan sedih, tapi adil. Sebuah penutup lembut bagi perjalanan panjang seorang perempuan yang mencintai dengan cara paling sunyi: tanpa menuntut, tanpa memiliki, hanya merelakan.
Ini adalah kisah tentang perasaan yang dijaga, tentang cinta yang tidak pernah berubah, dan tentang seorang wanita yang pergi dengan membawa senyum... karena ia tahu, beberapa cinta memang ditakdirkan untuk tidak berakhir bersama, tetapi tetap abadi dalam kenangan.
Karya ini lahir dari pengalaman dan kisah nyata penulis yang pernah dijalani secara personal. Beberapa bagian dituliskan apa adanya sebagai bentuk kejujuran dan refleksi diri. Namun, demi menjaga ruang privasi, sejumlah detail seperti nama, tempat, dan alur tertentu disamarkan serta diperkaya dengan unsur imajinasi. Perpaduan antara realitas dan fiksi ini diharapkan tetap menyampaikan makna tanpa menghilangkan esensi cerita.
All Rights Reserved