Wewe Gombel

Wewe Gombel

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 26, 2025
Sore itu, Nisa asyik bermain petak umpet di kebun singkong tua, letaknya persis di pinggir hutan larangan. Tawa renyahnya masih terdengar oleh teman-temannya saat adzan mulai berkumandang sayup-sayup dari mushola desa. "Nisa, sudah maghrib! Ayo pulang!" teriak Asep, salah satu temannya. Nisa, yang sedang bersembunyi di balik pohon nangka besar, hanya terkikik. "Belum ah! Belum ketemu!" Tiba-tiba, tawa Nisa terhenti. Asep dan yang lain menunggu, namun hanya keheningan yang menjawab. Mereka memanggil lagi, lebih keras. "Nisa?" Tidak ada jawaban. Asep memberanikan diri mendekat. Di bawah pohon nangka, tidak ada Nisa. Hanya tersisa sebuah boneka kain lusuh miliknya, tergeletak miring. Kaki Asep terasa dingin, bukan karena kabut, melainkan karena firasat buruk yang merayapi. "Nisa hilang!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sukma Lara [END]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TUMBAL PESANTREN
  • CENAYANG (XingQiu)

Janu adalah seorang dukun muda yang tampan dan gagah, ia selalu menghadapi sesuatu yang menegangkan dan selalu menghadapi berbagai arwah penasaran. Tapi malam itu, sesosok arwah gentayangan datang ke rumahnya, ia sangat mengenal sosok itu. Siapakah sosok arwah tersebut?

More details
WpActionLinkContent Guidelines