Rumah bagi Nando 20) hanya sebuah bangunan megah di mana ia merasa terasing. Sejak ia kecil, Bima sudah menyadari posisinya: Anak yang Tidak Diinginkan. Semua pencapaian dan usahanya hanya mendapatkan reaksi datar dari orang tua. Bagi Ayah dan Ibu, Bima hanyalah sebuah kesalahan yang perlu dijalani.
Di sisi lain,Dion (17), adiknya, adalah cahaya dalam keluarga. Nando menjadi kebanggaan bagi semua, selalu dipuja, dan setiap keinginannya menjadi prioritas utama. Nando merasakan kehangatan, sedangkan Bima hanya mendapatkan sebagian dingin yang terus mencair di dalam hatinya. Puncaknya terjadi saat Bima mendengar orang tuanya bertengkar, mengungkapkan kenyataan pahit: "Seandainya anak pertama kita tidak pernah ada. . . "
Setelah mendengar kalimat tersebut, nando memutuskan untuk menetapkan batasan. Ia mulai membangun dinding di sekeliling hatinya, memilih untuk sibuk sebagai freelancer di luar rumah, dan hanya pulang jika benar-benar mendesak. Ia ingin membuktikan bahwa ia bisa memiliki rumah sendiri, di mana pun, tanpa bantuan mereka.
Namun, dinding yang dibangunnya mulai retak ketika Nando, adiknya yang sangat dicintai keluarga, mulai menunjukkan tanda-tanda kepedihan. Ternyata, di balik senyumnya yang sempurna, Nando menyimpan masalah yang lebih besar dari yang bisa dibayangkan Bima.
Nando harus kembali. Bukan untuk mencari perhatian orang tuanya, tetapi untuk menyelamatkan satu-satunya orang yang masih ia cintai di rumah itu. Dalam keluarga yang berantakan, apakah Bima akan menemukan jawaban bahwa "rumah" berarti menyelamatkan orang lain, bukan hanya diri sendiri?
All Rights Reserved