DEWA [End]

DEWA [End]

  • WpView
    Reads 696,071
  • WpVote
    Votes 43,610
  • WpPart
    Parts 71
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 20, 2026
Wajib Vote sebelum atau sesudah membaca 🤎 Pernikahan ini tidak lahir dari paksaan, melainkan dari sebuah perjanjian yang disegel. Dewa, politisi berusia 32 tahun dengan reputasi high profile yang nyaris tidak bercela, memilih menikahi Leya, seorang perempuan muda berusia 21 tahun. Sebelum pernikahan, Dewa menampilkan sisi terbaiknya. Namun setelah itu, segalanya berubah menjadi perang dingin yang tak pernah mereka sepakati. "Kau memang istriku. Tapi jangan pernah bermimpi berdiri di sisiku. Tempat yang layak untukmu hanya di ujung kakiku, serendah itu derajatmu di mataku." Leya membalas yang tak kalah tajam. "Dari tempat sehina itu, aku akan menendang kepalamu sampai kau sadar betapa tak berartinya dirimu bagiku." Apa yang sebenarnya mendorong Dewa memilih Leya sebagai istrinya? Dan sampai kapan Leya mampu bertahan di rumah yang tampak damai, namun sejatinya adalah senyum beracun-indah di luar, mematikan di dalam? Ditulis: 20 November Narasi yang digunakan banyak menggunakan metafora dan analogi. Dan tentu masih perlu belajar banyak. *** ⚠️ Trigger Warning: Dark psychological romance dengan manipulasi emosional, kekerasan verbal, trauma, dan relasi kuasa tidak sehat. Baca dengan kesadaran & jaga kesehatan mentalmu 🖤
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heels of Marriage
  • Love In Illusion [END]
  • Love Will Tear Us Apart
  • Dua Kehilangan
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • IMPERIAL VOWS
  • Cigarettes After Sad
  • Pretty in Sin
  • SAGARMATHA
  • President's Wife

Definisi pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang didasari cinta, tanggung jawab, dan ketaatan kepada Tuhan. namun bagaimana jadinya jika pernikahan hanya di jadikan alasan untuk transaksi besar yang di lakukan kedua belah pihak, untuk saling mengambil keuntungan satu sama lainnya. Tidak memperdulikan jika di dalamnya tanpa di dasari kasih sayang maupun cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines