Sulit dipercaya, ternyata pohon mangga sungguhan bisa membuatku 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘢𝘳.
Awalnya aku skeptis dengan nenek yang pikun, namun, pohon mangga itu membuat kami 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨𝘪 masa lalu. Membuka rahasia yang seharusnya kupedulikan sejak dulu.
***
"Nak, kalau pengen pintar belajarnya di bawah pohon mangga saja.... "
Aku yang tengah pusing mengerjakan tugas matematika seketika makin pusing. Aku menahan mulutku yang gatal untuk menggunjing takhayul yang dipercaya nenekku.
Come on, sudah 2025, sudah jaman nya AI merajalela... Kenapa para orang tua selalu mengatakan omong kosong mistik seperti ini, sih?
Beliau mengalami demensia, pikun bahasa kasarnya. Penyakit tua yang membuatku harus berlaku se sabar biksu dalam meladeninya.
Kepercayaan akan takhayul dan segala yang mistis-mistis pun harus kumaklumi, meski pemikiran modernku ingin segera mengedukasi.
"Emang kenapa harus di pohon mangga, nek?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang