An Avoidant and Anxious Person

An Avoidant and Anxious Person

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 27, 2025
Seorang mahasiswa semester 4 bernama Andra yang jatuh hati kepada mahasiswi baru bernama Hana. Perawakan Hana yang dingin dan sulit didekati menjadi tantangan bagi Andra. Tentunya tidak hanya itu,Sarah yang dulunya adalah kekasih nya menjadi ujian bagi Andra untuk tetap memilih orang baru untuk sembuh bersama atau mendatangi luka lama dan merawatnya. Suasana saling rebut cinta pun terjadi hingga akhirnya tinta takdir sudah kering dibuku itu. THANKS FOR BEING MY READER btw ini karya pertama saya dan saya mohon bimbingannya ,kritik atau saran apapun itu. kami ingin tumbuh disini dan belajar agar menjadi penulis yang bagus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mad Friendship You!
  • Find Light in The Dark
  • Dongeng Sebelum Tidur [Complete]
  • Ruang tak Bernama [Terbit]
  • Creepypasta
  • Karakter, Sifat, dan Aspirasi [TAMAT]
  • Creepypasta [END]
  • STARLIGHT [On Going]
  • TUHAN AKU INGIN TAAT
  • My Euphoria

"Lo suka gue kan?" tanya Alea. "Kepedean," ujar Galaksi dengan nada datar, tidak mau menatap wajah gadis itu. "Yaudah..." ujar Alea sambil memutar mata karena merasa malas. "Terus cita-cita lo apaan?" tanyanya dengan nada santai. "Mungkin jadi pilot," jawab Galaksi. Ia menoleh sebentar ke arah cahaya matahari yang terik, lalu perlahan membalikkan pandangannya menatap Alea yang mulai tersenyum lebar. "Berarti gue jadi penumpang pertama lo nanti!" seru Alea ceria. Senyumnya yang tulus itu seketika membuat Galaksi terdiam dan tertegun, jantungnya terasa berdebar tak terduga. Galaksi hanya menghela napas pelan, berusaha menyembunyikan rasa salah tingkahnya. "Kalau lo nggak rewel, sih boleh," jawabnya akhirnya, berusaha terdengar biasa saja meski pipinya mulai terasa sedikit memanas. Mendengar jawaban itu, Alea makin senang. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil terus memandang Galaksi. "Janji ya? Jangan sampai lupa!" katanya dengan nada yakin. Galaksi hanya mengangguk pelan, tapi dalam hatinya ia sudah berbisik: Janji. Gue pastikan lo selalu dapat tempat duduk paling aman di pesawat gue nanti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines