Jejak kata untukmu (END)

Jejak kata untukmu (END)

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 282
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 29, 2025
Naraya Arula Anasera seorang gadis dengan rambut hitam panjang yang baru pindah ke Jakarta untuk menempuh pendidikan di SMA Hasta Pratama, pada hari pertama nya dia tidak sengaja bertemu dengan Revankha Hikara yang seorang laki laki tinggi dari ekskul basket. Naraya tidak mampu mengatakan perasaannya, begitu pula dengan Revan, akhirnya mereka mengungkapkan nya melalui kata kata indah yang disusun rapi. Bagaimana kelanjutan kisah mereka??? mari simak cerita ini Rank #2 - Bagus 2/12/2025
All Rights Reserved
#30
cerpenbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines