UNEXPECTEDLY

UNEXPECTEDLY

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
Naya meletakkan hati hati nampan yang dipegangnya. Satu hal yang ia ingat bahwa tugasnya sampai sekarang belum rampung. "Saya belum liat email kamu," tuding Arkayasa cepat "Mohon maaf pak, pekerjaan saya belum selesai," jawab naya menunduk. "Kamu niat kerja gak si? Pekerjaan kamu gak pernah selesai tepat waktu, tiap hari saya ngomelin kamu masih aja ngerti, kamu gak bosen saya marahin?" Naya merasakan matanya memanas, berkedip saja pasti buliran itu akan jatuh. Seharusnya sudah biasa kan mendengar makian Arkayasa, tapi kenapa hari ini rasanya berbeda? "Mohon maaf pak, setelah ini akan saya selesaikan pekerjaan saya. Secepatnya akan saya kirim hasilnya," "Gak perlu, saya udah minta orang lain buat ngerjain tugas kamu, udah masuk juga ke email saya." Naya menatap tak percaya. Marah, sedih, kecewa bercampur menjadi satu, kondisi hatinya benar benar buruk. Tanpa diminta, cairan bening yang sedari tadi ia tahan meluncur begitu saja membasahi pipinya. "Bapak serius?" "Kamu pikir saya bercanda?" Naya tertawa getir, air matanya mengalir makin deras, "Bapak jahat banget tau gak? Saya udah berusaha kerja lebih cepat, tapi kan tadi bapak sendiri yang nyuruh saya ketemu manajaer R&D, ke divisi keuangan, belum lagi tadi ada problem di lobi. Emang semua itu gak makan waktu? Bapak mikir deh, bapak minta saya negringkas laporan penjualan 5 tahun terakhir dalam waktu dua jam, tapi bapak juga nambahin tugas saya, di kiranya saya bisa lari lari sambil ngetik?" Di luar dugaan, Arkayasa malah tersenyum mendengar luapan emosi sekretarisnya. Pemuda itu bersedekap dada sambil terus memandangi wajah merah gadisnya. Tunggu, gadisnya? Pensaran gimana kelanjutannya, jangan lupaa baca, stay to next update
All Rights Reserved
#132
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines