UNEXPECTEDLY

UNEXPECTEDLY

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
Naya meletakkan hati hati nampan yang dipegangnya. Satu hal yang ia ingat bahwa tugasnya sampai sekarang belum rampung. "Saya belum liat email kamu," tuding Arkayasa cepat "Mohon maaf pak, pekerjaan saya belum selesai," jawab naya menunduk. "Kamu niat kerja gak si? Pekerjaan kamu gak pernah selesai tepat waktu, tiap hari saya ngomelin kamu masih aja ngerti, kamu gak bosen saya marahin?" Naya merasakan matanya memanas, berkedip saja pasti buliran itu akan jatuh. Seharusnya sudah biasa kan mendengar makian Arkayasa, tapi kenapa hari ini rasanya berbeda? "Mohon maaf pak, setelah ini akan saya selesaikan pekerjaan saya. Secepatnya akan saya kirim hasilnya," "Gak perlu, saya udah minta orang lain buat ngerjain tugas kamu, udah masuk juga ke email saya." Naya menatap tak percaya. Marah, sedih, kecewa bercampur menjadi satu, kondisi hatinya benar benar buruk. Tanpa diminta, cairan bening yang sedari tadi ia tahan meluncur begitu saja membasahi pipinya. "Bapak serius?" "Kamu pikir saya bercanda?" Naya tertawa getir, air matanya mengalir makin deras, "Bapak jahat banget tau gak? Saya udah berusaha kerja lebih cepat, tapi kan tadi bapak sendiri yang nyuruh saya ketemu manajaer R&D, ke divisi keuangan, belum lagi tadi ada problem di lobi. Emang semua itu gak makan waktu? Bapak mikir deh, bapak minta saya negringkas laporan penjualan 5 tahun terakhir dalam waktu dua jam, tapi bapak juga nambahin tugas saya, di kiranya saya bisa lari lari sambil ngetik?" Di luar dugaan, Arkayasa malah tersenyum mendengar luapan emosi sekretarisnya. Pemuda itu bersedekap dada sambil terus memandangi wajah merah gadisnya. Tunggu, gadisnya? Pensaran gimana kelanjutannya, jangan lupaa baca, stay to next update
All Rights Reserved
#626
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines