Di Balik Gereja Itu

Di Balik Gereja Itu

  • WpView
    Reads 509
  • WpVote
    Votes 296
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 15, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Aiden tidak pernah menginginkan kepindahan ini. Kota kecil yang sunyi, rumah tua yang terasa menahan napas, dan sebuah gereja bobrok di ujung kota yang seharusnya dibiarkan roboh sejak lama. Tapi sejak pertama kali ia melihat gereja itu-dan mendengar bisikan samar yang memanggil namanya-Aiden tahu ada sesuatu yang tidak beres. Malam demi malam, suara-suara itu semakin jelas. Ketukan di jendela, napas di dalam kamar, langkah yang tidak pernah terlihat wujudnya. Semua orang seolah tahu sesuatu... terutama sang Paman, yang hanya bisa berkata: "Kalau kamu dengar suara memanggil namamu... jangan pernah jawab." Namun rasa takut Aiden perlahan berubah menjadi rasa penasaran yang menjeratnya semakin dalam. Karena apa pun yang bersembunyi di gereja tua itu... tidak hanya memanggilnya. Ia mengikutinya. Dan Aiden adalah satu-satunya yang bisa mendengarnya. Satu-satunya yang dipilih. Satu-satunya yang tidak bisa lari.
All Rights Reserved
#231
kegelapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detak Jantung Lagi
  • Suami Pengganti [END]
  • Cinta dalam Doa [Terbit]
  • Atharrazka 4: Abyzar
  • NAURA (Tepaksa Jadi Yang Ke Dua)
  • Z&Z ( Zayyan & Zayra ) [TERBIT]
  • Gus Adnan dan Istri Nakalnya
  • (Bukan) Suami Idaman
  • Takdir Cinta Hana |Terbit|
  • Unpredictable Husband (END)

SPIN OFF || SENI MENATA HATI One more heartbeat, sepenggal kisah tentang kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, memaafkan, dan mencapai mimpi yang belum terwujudkan. Selagi napas itu masih berembus, detak itu masih berdebar, maka tidak ada jeda untuk berkawan dengan keputusasaan. Setiap denting jam yang berdetik dan setiap denyut jantung yang berdetak adalah bagian dari peruntungan takdir. Garis kehidupan yang penuh akan teka-teki dan keajaiban. Ibarat dua mata uang, berbeda tapi saling menyelaraskan. "Aku hanya perlu satu detik untuk mengembalikan satu detak jantung yang sempat hilang dari celah kosong hati yang kini terasa gamang." -Niskala Hamsya Alshameyzea- Published ; 01 Maret 2026 End ; 06 Mei 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines