Maaf Untuk Bunda Dan Ayah

Maaf Untuk Bunda Dan Ayah

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
Alana Ariana Ziara, gadis berusia 17 tahun yang akhir-akhir ini sering bertengkar dengan orang tua nya. Hingga ia genap berusia 18 tahun pun terjadi pertengkaran hebat antara ia dan orang tua nya, pertengkaran itu yang membuat alana sangat amat membenci orang tua nya. Hingga tanpa terduga tiba-tiba alana terbangun di tahun 1990, tahun di mana orang-orang sangat kuno bagi alana. Yang lebih mengejutkan lagi ia bertemu dengan bunda dan ayah nya tapi dengan tampilan anak remaja seperti diri nya. Mulai dari sana lah alana sadar betapa sulit nya hidup bunda nya di saat remaja, bahkan untuk membeli sepatu dan buku pun bunda nya tak bisa. Sedangkan ayahnya harus menjadi tukang cuci baju untuk membeli perlengkapan sekolah, dan bahkan ayahnya mengambil sayur sayur sisa dari pasar untuk makanan sehari-hari. Mulai dari sana lah pandangan alana terhadap orang tua nya berubah, ia bertekad untuk membantu ayah dan bunda nya agar merasakan masa remaja yang bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines