Di Ujung Bandung Utara

Di Ujung Bandung Utara

  • WpView
    Odsłon 20
  • WpVote
    Głosy 6
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., lis 28, 2025
Di sebuah kampus negeri di Bandung utara, dua mahasiswa baru dipertemukan secara kebetulan. Ammar, yang masuk lewat jalur SNBP, datang dengan reputasi sebagai siswa tenang yang selalu berada di jalur aman. Amara, yang lolos SNBT setelah perjalanan panjang penuh perjuangan, hadir dengan energi yang lebih liar dan cara pandang yang sering bertentangan dengan Ammar. Mereka pertama kali saling melihat saat masa orientasi kampus, hanya sebagai dua orang asing yang kebetulan berada dalam kelompok yang sama. Tidak ada hal yang mencolok, tidak ada kesan mendalam. Namun takdir kecil mulai bergerak ketika mereka akhirnya duduk di ruangan yang sama saat perkuliahan dimulai. Satu prodi. Satu angkatan. Satu kelas. Pertemuan sederhana itu perlahan berubah jadi cerita yang tak pernah mereka rencanakan. Dari tugas kelompok, interaksi yang tampak sepele, sampai kejadian-kejadian kecil yang membuka sisi diri masing-masing. Ammar yang tertib perlahan belajar menghadapi dunia Amara yang penuh kejutan, sementara Amara menemukan bahwa ketenangan Ammar justru membuat hidupnya terasa lebih stabil. Hubungan mereka tumbuh tanpa mereka sadari, seperti dua garis yang awalnya berjauhan tapi terus bergerak mendekat. Dalam perjalanan kuliah dan persoalan hidup masing-masing, keduanya mulai bertanya-tanya apakah semuanya hanya kebetulan... atau memang ada alasan kenapa mereka dipertemukan.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#666
singkat
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści