Kaluna (17 tahun) adalah sebuah keheningan di tengah bisingnya Jakarta. Di sekolah, ia hanya memanggul beban bullying dan kesepian yang tak terucapkan. Lingkaran pertemanan yang ia miliki hanyalah topeng tebal, tempat ia bersembunyi dari luka. Ia adalah kapal tanpa kompas, mencari sebuah jangkar yang bisa membawanya keluar dari badai palsu yang ia huni.
Jangkar itu datang dalam wujud Braja.
Pria yang menjulang setinggi 190 cm, berwibawa, dan memiliki bahasa yang tegas dan baku. Penampilannya memang muda, namun di matanya yang tajam tersimpan ketenangan dan kedewasaan yang tak terdefinisikan. Braja, teman dari teman kakaknya, adalah pria pertama yang melihat retakan di jiwa Kaluna, bukan hanya senyumnya yang manis.
Hanya dengan satu uluran tangan, Braja memberinya perspektif yang ia butuhkan, dan Kaluna memberinya kehangatan yang telah lama hilang.
Namun, di setiap percakapan mereka, ada jarak yang tak terucapkan. Ada kehati-hatian yang berlebihan dari Braja. Dan ada keheningan yang Braja bawa pulang setiap malam.
Perbedaan usia terasa seperti jembatan kaca tipis. Semakin kuat tautan mereka, semakin besar risiko jembatan itu akan hancur.
Apakah pelabuhan yang Kaluna temukan ini adalah jalan keluar dari labirinnya, atau justru jurang yang akan menghanguskan mereka berdua?
Story by: Kalandra.A
Cast: Kaluna & Braja
Tüm hakları saklıdır