Temu Kedua [HIATUS]

Temu Kedua [HIATUS]

  • WpView
    GELESEN 84
  • WpVote
    Stimmen 27
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Dez. 9, 2025
Terkadang pertemuan hanya akan menimbulkan kejutan tak terduga, dan menimbulkan kesakitan yang dalam. Dunia seakan berhenti berputar ketika kedua bola mataku menatapnya lama. Namun pikiranku rancu dibuatnya Langit senja bagaikan permadani yang berwarna-warni, ada warna biru, kuning keemasan, jingga, semuanya berpadu dalam cakrawala langit. Menyimpan kenangan yang kini telah hilang terkubur oleh waktu. Tiap kerikil di jalan setapak, seperti janji yang berhamburan. Dan warna Abu-abu dan hitam adalah yang belum tertuntaskan. *** Hallo para pembaca, disini aku tidak akan mendeskripsikan cerita aku. Cukup kalian yang mendeskripsikannya. Oh iya, satu vote dari kalian akan sangat berharga bagi aku. Jadi kalau gak sibuk pencet votenya yah Thanks:)
Alle Rechte vorbehalten
#44
temu
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien