Dua Masa Depan

Dua Masa Depan

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 28, 2025
Selina Vayra tidak pernah mengira hidupnya akan terganggu oleh amplop yang tidak bercap. Surat-surat tersebut tiba setiap bulan, dituliskan dengan bahasa yang terlalu akrab bagi orang luar. Pengirim itu mengaku sebagai Jovan Arel, anak Selina dari masa depan, yang tidak pernah ada karena sebuah keputusan hidup yang pernah diambilnya. Ia tidak meminta untuk diselamatkan. Ia menantang ibunya untuk mengembalikan waktu yang terlewat. Selina berusaha mengubah hidupnya untuk Jovan, menghidupkan kembali impian menjadi seorang ibu yang pernah ditinggalkannya. Tetapi saat kenyataan mulai hancur, sebuah amplop gelap muncul. Surat itu berasal dari Reis Ultara, versi anak lainnya yang menyatakan bahwa kelahirannya akan merusak dunia. Dua narasi dari masa depan. Dua arah kehidupan yang bertentangan. Dan ada seorang perempuan yang perlu membuat pilihan... Bukan hanya tentang siapa yang berhak untuk muncul, Namun, apakah masa depan itu pantas untuk diperjuangkan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines