The Boy Who Watches Me

The Boy Who Watches Me

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 26, 2025
Lala Anindya adalah cewek extrovert yang ceria, supel, dan selalu dikelilingi banyak teman cowok. Hidupnya penuh warna, ramai, bebas, dan nyaris tanpa drama. Sampai ia bertemu Arion Prasetya. Arion adalah tipe cowok cool, dingin, dan sulit ditebak. Semua orang menjauh karena auranya yang menakutkan. Tapi entah kenapa, Arion justru selalu muncul di setiap langkah Lala. Dia mengamati dari jauh, memperhatikan tanpa suara, dan perlahan mulai menguasai hidupnya. Saat mereka menjalin hubungan, sisi posesif Arion mulai terlihat jelas. Arion mengatur siapa yang boleh menelpon Lala, marah ketika lelaki lain mendekat, dan cemburu bahkan pada hal-hal kecil yang tak pernah Lala pikirkan. Tapi semakin Arion bersikap dingin di luar, semakin Lala menemukan sisi hangat dan terluka di dalam dirinya. Sisi yang Arion sembunyikan dari semua orang, kecuali dari Lala. Namun, menjadi pacar cowok posesif bukan hal mudah. Lala harus memilih: mundur karena merasa terkurung atau bertahan karena ia tahu Arion mencintainya lebih dari apapun. Ketika masa lalu, kecemburuan, dan seseorang dari masa lalu Lala muncul, hubungan mereka diuji pada tingkat yang belum pernah ada sebelumnya. Cinta mereka tumbuh. Namun apa bisa cinta bertahan tanpa kepercayaan?
All Rights Reserved
#2
indonesianromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines