
Nara selalu berpikir hujan adalah satu-satunya hal yang setia menemaninya. Setelah hubungan tiga tahun berakhir begitu saja, dunia terasa senyap, bahkan suara hatinya sendiri pun hampir tak terdengar. Sampai suatu hari, di sebuah halte saat hujan turun, seseorang datang tanpa nama, tanpa janji—hanya meninggalkan sebuah payung… dan perasaan yang perlahan tumbuh. Elang bukan tipe pria yang banyak bicara. Ia hadir seperti hujan: diam, rincih, tapi selalu meninggalkan jejak. Keduanya sama-sama menyimpan luka. Sama-sama mencoba bertahan di dunia yang tak ramah. Ketika masa lalu kembali menuntut jawaban, ketika rahasia terbuka satu per satu, Nara dihadapkan pada pilihan: kembali memeluk kenangan, atau berjalan sendiri menuju masa depan yang belum pasti. Ini bukan hanya kisah cinta. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang memaafkan, dan tentang berdamai. Karena tidak semua yang datang… harus tinggal selamanya.All Rights Reserved
1 part