devano putra dirgantara

devano putra dirgantara

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 29, 2025
devano putra dirgantara adalah pemuda berhati dingin, kejam dan tak berperasaan. sikap devano yang demikian berbanding terbalik dengan sikapnya ke orang orang yang disayanginya clara olivia Aditama adalah adik dari sahabatnya yang mampu mengambil hati devano, apakah mereka akan berakhir bersama? atau mereka akan tetap memendam perasaan satu sama lain? untuk mendapatkan kelanjutannya ayo baca cerita ini sekarang!! ⚠️⚠️⚠️peringatan⚠️⚠️⚠️ ini adalah hasil karangan sendiri!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines