THE EMPEROR'S OFFERIN

THE EMPEROR'S OFFERIN

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
Xiao Shu He. Persembahan terakhir sebuah negeri yang sekarat. Dua kerajaan akan bertemu dalam dingin yang membunuh- Hui Selatan yang rapuh... dan Ji Utara yang dipimpin oleh kaisar berhati batu. Dan ketika malam akhirnya menelan istana, angin membawa satu nama yang membuat seluruh dunia menunduk: Duan Zi'Ang. Sang Kaisar Utara. Sang Serigala. Sang Penguasa yang tidak pernah menolak persembahan... terutama jika persembahan itu bernapas, lembut, dan mudah hancur. Pada malam ketika nasib diputuskan, bahkan bintang pun memadamkan cahayanya. Karena mereka tahu- ketika salju menyentuh darah untuk pertama kali, maka tidak ada jalan untuk kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARSA DALANG
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Perfect Mom, Perfect Wife
  • Cinta Dari Sahabat
  • REBIRTH : ADELIA [AGRIENT STORY KE-2]✔️
  • TOXIC BOYFRIEND
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • Perfect Antagonist (end)
  • MORGAN
  • Trapped in a Psycopathic Novel

"Di atas kelir, ia adalah penguasa napas bagi setiap raga kayu yang ia gerakkan. Namun di hadapan Iyan, mantra-mantranya luluh lantak tak bersisa." Raden sudah terbiasa memikul beban tradisi dan jampi-jampi sakral sebagai 'Raden' bagi jagat Padjajaran. Baginya, cinta hanyalah interupsi yang tak masuk dalam skenario Bah Ajat. Sampai sosok Iyan-pemuda yang enam tahun lebih muda darinya-datang dan mengacaukan seluruh frekuensi hatinya. Demi memikat sang pujaan hati yang ia panggil 'Fiyana', Raden rela menaruh seluruh reputasi dan keningratannya di atas meja taruhan. Tak peduli seberapa berat kutukan tradisi yang harus ia angkut di punggungnya, atau seberapa tajam persyaratan Bah Ajat yang menanti di depan mata. Bagi Raden, membiarkan Iyan tetap tersenyum adalah satu-satunya lakon yang harus berakhir bahagia. Karena di balik aroma kemenyan dan suara gamelan yang megah, ada sebuah sumpah yang ia bisikkan dalam sastra: Bahwa raganya adalah tameng, dan cintanya adalah takdir yang tak akan ia lepaskan. #Mpreg #bxb Bahasa Sunda (22 maret)

More details
WpActionLinkContent Guidelines