Surviving as the Protagonist's Mother [COMPLETE]

Surviving as the Protagonist's Mother [COMPLETE]

  • WpView
    Reads 2,061,765
  • WpVote
    Votes 141,834
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jan 26, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Erotica
Slice of Life
Second Chance
[Transmigrasi] Aku menikah dengan duda 3 anak untuk menggantikan kakak ku yang kabur dan hanya meninggalkan sebuah pesan. Aku, yang masuk ke dalam sebuah novel mengetahui fakta bahwa aku menjadi Ibu dari tokoh protagonis wanita yang meninggal saat melahirkan. Bagaimanapun caranya aku harus berusaha mengubah takdirnya dan bertahan hidup. "Dan suami... bisa tidak kamu kendurkan wajahmu itu sedikit? Kamu terlalu kaku." "Cerewet."
All Rights Reserved
Series

Transmigrasi

  • I'll Save the Antagonist Sister [COMPLETE]
    52 parts
  • The Way to Protect the Lovable Son [COMPLETE]
    33 parts
  • A Happy Ending for the Protagonist [COMPLETE]
    23 parts
  • I Was Trying to Seduce the Second Male Lead [COMPLETE]
    36 parts
  • The Male Protagonist Can Catch Me! [COMPLETE]
    26 parts
  • THEODORE [COMPLETE]
    46 parts
  • When I Opened My Eyes, I Found My Self in a Bed [COMPLETE]
    24 parts
  • 57 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Be The Antagonist's Wife [TAMAT]
  • Protagonis E'x Girlfriend
  • Antagonist's Wife (End)
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • Become The Antagonist's Secretary
  • Changing Antagonis (END)
  • Extra Wife And Antagonist Husband [END]
  • Figuran Kesayangan Mr. Schmidt
  • THEODORE [COMPLETE]

HAPPY READING ❤️‍🔥 Nama Thania digunakan untuk interaksi luar/fisik, sedangkan nama Zeva digunakan untuk kesadaran/jiwa aslinya di dalam hati. Ini sengaja Author bedain agar konflik batinnya lebih terasa. --- "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines