Marriage With Benefit (Darwin Series #4)

Marriage With Benefit (Darwin Series #4)

  • WpView
    Reads 1,272
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 6, 2025
Genre: Romance, Marriage, Family, Drama Berawal dari penasaran, Aaron menikahi wanita yang dirumorkan menyukainya. Namun, semakin lama Aaron mengenalnya, dia semakin penasaran dengan wanita itu. Hingga wanita itu tiba-tiba berkata tentang dia akan berhenti menyukainya. Jika wanita itu bercanda, itu tidak lucu. Harga diri atau apa pun itu, Kiara tak peduli lagi. Ia tahu posisinya sebagai anak angkat yang hanya dimanfaatkan keluarganya. Dan ia hanya memiliki satu tujuan hidup. Karena itu, ketika ia harus menikah dengan pria yang disukainya, ia harus mengambil keputusan untuk memenuhi tujuan hidupnya. Yaitu, menghentikan perasaannya pada pria yang akhirnya menjadi suaminya itu. Untuk pertama kali seumur hidupnya, Aaron merasakan sakit ketika ada orang lain yang terluka selain keluarganya. Well, ia menikah karena berpikir Kiara tergila-gila padanya. Bukan sebaliknya. Lalu, sejak kapan Aaron mulai dibuat gila oleh wanita itu?
All Rights Reserved
#35
darwin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines