Sejak kecil ia terbiasa menjadi bayangan. Terbiasa memegang pensil sendiri untuk menulis peta jalan hidupnya. Namanya Janu, dia bungsu, tetapi kehadirannya hanya sebagai sumber darah bagi kakak ketiganya. Ia terlalu naif guna menerima fakta itu. Fakta jika dirinya tidak akan pernah dinggap ada oleh keluarganya, bahkan ketika ia sudah berkorban untuk sang kakak. Sekalipun dirinya dinyatakan meninggal dulu saat menjalani operasi pengambilan ginjal dan didonorkan kepada sang kakak. Keluarganya masih sama, tidak merasa kehilangan. Lalu, bagaimana jika ia diberikan kesempatan kedua oleh Tuhan? ia kembali ke masa lalu saat ia berusia 10 tahun. Apakah Janu akan memperbaiki takdirnya, atau mengulang takdir yang sudah tertulis seperti dulu?
More details