"Pernahkah kamu merasa merindukan seseorang yang wajahnya bahkan tidak bisa kamu ingat?" Di Centauri Academy, memori adalah mata uang yang paling mahal. Saat lonceng menara berdentang dua belas kali, dunia tidak hanya berganti hari-ia berganti realitas. Kelano terbangun dengan rasa sesak yang luar biasa di dadanya. Ada kursi kosong di sebelahnya saat upacara kelulusan. Ada satu piring ekstra yang dipesan di kantin secara tidak sadar. Ada sebuah nama yang terasa sangat akrab di ujung lidahnya, namun setiap kali ia mencoba mengucapkannya, semesta seolah membungkamnya dengan dengung statis yang menyakitkan. Dia tahu ada yang hilang. Seseorang yang sangat penting. Seseorang yang merupakan pusat dari dunianya. "Jangan lupa. Kumohon, jangan lupakan aku.
More details