Samudra & Malaikat KecilNya [Revisi] βοΈ
Warning β οΈ
Jangan lupa untuk Voment { Vote & Comment } π§‘
Cerita ini murni hasil dari pemikiran aku sendiri. Jadi, aku sangat butuh dukungan kalian biar cerita ini terus berkembang. Terima kasih banyak sudah membaca!
***
"Samudra itu indah Nak, tapi juga bisa menghancurkan," kata mamanya suatu malam, air mata ibunya mengalir perlahan saat dia mengucapkan itu. "Kita ini seperti kapal yang kehilangan arah."
***
"Kenapa sih lo? Ikutin gue terus!" seru Angel dengan nada kesal. Matanya memicing tajam, tapi gerakannya malah bikin terlihat gemas, apalagi dengan pipi yang menggembung.
Arsya tersenyum kecil, bukannya merasa bersalah, malah menikmati reaksi Angel. "Karena lo seru buat diikutin," jawabnya santai, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana.
***