
"Mau sampai kapanpun kamu akan jadi warna favoritku." Ucap Bian "Aku jadi penasaran, lalu aku berwarna apa bagimu? Aku beraroma seperti apa menurutmu?." Tanya Rosy. "Bagiku kamu berwarna seperti bunga Roshmery, warna biru keungu-unguan. Warna yang memberikan kesan hangat yang mendalam. Warna yang selalu tampak ceria dan memberikan kebahagiaan. Jadi ingat saja, Aromamu seperti Roshmery." "Bukankah itu Namaku? Jadi aku berwarna seperti itu." Tetap saja, bagaimana seseorang yang buta warna bisa memberikan warna bagi orang lain. Dan jika deskripsi itu terucap dari mulutmu, maka aku akan percaya dan meyakininya. Aku yang tak bisa menepati janji yang pernah kita buat dulu. Sebuah janji untuk menjadikanmu teman selamanya begitupun sebaliknya. Maaf aku mengingkarinya, aku tak bisa jadi temanmu untuk selamanya. Karena sejak janji itu dibuat hingga sampai waktu sekarang aku justru memilih untuk mencintaimu dan rasa itu tak berkurang sedikitpun hingga saat ini. Aku lebih memilih mencintaimu dalam diam, karena aku tak ingin kehilangan seseorang sepertimu. Seseorang yang selalu membuat janji-janji konyol dan selalu menepatinya. Seperti yang pernah kau katakan waktu dulu, bahwa kau akan menggantikan semua warna didunia untukku dengan aroma-aroma yang tak kan bisa kulupakan. Aku dapat melihat warna dunia sama sepertimu dengan cara yang berbeda itu berkatmu. Ditengah-tengah keterpurukanku, bisa kucium parfume vanilla yang sering kau pakai hingga saat ini. Itu sedikit melegakan, seperti kau selalu ada disampingku dan menjaga setiap waktu. Dan cukup untuk Bian merasakan penyesalan karena tak bisa mengartikan sebuah rasa yang ada pada dalam dirinya. Tapi ada kalanya janji itu dibuat untuk sekedar diingkari. Karena bagi Bian Aroma selalu memberi ingatan yang kuat daripada sebuah warna atau objek lainnya.All Rights Reserved
1 part