
Udara malam menusuk tulang , bersamaan dengan rasa hampa yang bersemayam di relung hati Bennedeta. Sebuah kehilangan, bukan hanya satu, melainkan serangkaian denting pahit yang mengoyak jiwanya. Ia adalah melodi yang dipetik dari dawai penolakan, kebohongan, bertalu-talu mengalun, merangkai simfoni pilu yang kini menjadi lagu latar hidupnya. Setiap janji yang pecah, setiap kata yang berkhianat, menumpuk, menjelma menjadi tembok tak kasat mata yang mengisolasi dirinya dari dunia. Dalam kesendirian yang pekat, di antara reruntuhan kepercayaannya, berbisik dalam sunyi pertanyaan "Mungkinkah aku bisa bertahan?"All Rights Reserved
1 part