A Day in High School

A Day in High School

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 11, 2026
Sial banget! Baru di hari pertama sekolah, Dhiajeng Rayana sudah ketiban masalah. Teman sekelasnya, Javier Hananto minta dia cosplay jadi kakaknya buat penuhi wishlist kencan mereka. Ada juga ketua ekskul foto senima yang sok kegantengan dan para cewek barisan patah hati yang suka ngerecokin hari-harinya di sekolah. Belum lagi kalau ada Lauren dan Louis si couple klub yang sering nyenggol soal kakaknya. Kalau begitu, gimana Raya bisa ungkap dalang dari kematian kakaknya? Kalau Raya juga ikutan kepincut ketua klub yang hobinya baperin cewek Wisesa. Kira-kira Raya bakal lanjut buat cari dalang dari kematian kakaknya nggak, ya? Ayo, bantuin Raya biar nggak hilang arah!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines