Di balik topeng ibas

Di balik topeng ibas

  • WpView
    LECTURAS 1,077
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 35
WpMetadataReadConcluida jue, dic 4, 2025
Di balik ketenangan Pesantren Modern Shohwatul Isad yang penuh dengan nilai-nilai agama dan kedisiplinan, terdapat kisah seorang pemuda bernama Ibas yang menyimpan rahasia besar di balik sikapnya. Dengan jiwa yang penuh pergulatan, Ibas menjalani hari-harinya di pesantren sambil menghadapi konflik batin dan ancaman dari dunia luar yang selalu membayangi. Di tengah perjuangan dan tekanan yang berat, ia harus mengambil keputusan sulit yang berkaitan dengan rahasia yang ia simpan. Kisah ini menggambarkan kekuatan hati dan keberanian dalam menghadapi luka, tantangan, dan cobaan hidup di lingkungan pesantren yang tidak mudah. credits: kiano (ide dan membantu edit bab dan sebagai kino) ibnu farel (ide) raffa aflah (sebagai amlam) dzaky (sebagai jeki) deinra zafran (Sebagai ketos) raihan (Sebagai waketos)
Todos los derechos reservados
#19
kiano
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • S Di Antara Dua N
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • The Last Antagonis
  • AVISENA
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • Ervan Carolline
  • SALAH OBAT
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • Side Character Syndrome

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido