Antara Duka & Takdir

Antara Duka & Takdir

  • WpView
    Reads 83,052
  • WpVote
    Votes 1,134
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Aug 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
⚠️Mature Content!! ⚠️Khusus untuk 21+ 🔞 ⚠️Mengandung adegan melahirkan, sex, vulgar. Setelah kakaknya meninggal karena kecelakaan, hidup seorang gadis desa berusia 15 tahun berubah selamanya. Ia kini tinggal berdua dengan kakak iparnya satu-satunya kerabat yang Ia punya, di rumah kecil yang menyimpan terlalu banyak kenangan. Tak ada cinta yang direncanakan. Hanya duka, kesunyian, dan kebersamaan yang perlahan mengaburkan batas. Sama-sama berduka. Sama-sama bertahan. Saling menguatkan. Hingga tanpa sadar, rasa itu tumbuh. Jika cinta lahir dari kehilangan, apakah itu salah... atau hanya takdir yang datang tak terduga? Notes : Mohon maaf jika ada ceritanya tidak masuk akal, cerita ini merupakan fantasi dan karakter fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama & karakter hanya sebuah ketidak sengajaan semata. Mohon maaf apabila ada kata -kata yang salah dalam cerita ini. Please be wise Thankyou
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mulih (END)
  • EINSTEIN [END]
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

More details
WpActionLinkContent Guidelines